RBN || Semarang
Langit malam di kawasan Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, dipenuhi cahaya ribuan lampion dalam puncak Festival Gedongsongo 2026, Sabtu (4/7/2026). Di tengah udara dingin dan kabut tipis khas lereng Gunung Ungaran, ribuan pengunjung antusias mengikuti momen yang menjadi ikon festival tersebut.
Sejak malam tiba, para pengunjung telah bersiap dengan lampion di tangan masing-masing. Mereka menyalakan api secara perlahan sambil menunggu kondisi angin yang memungkinkan untuk menerbangkan lampion. Tiupan angin yang cukup kencang membuat pelepasan lampion tidak dapat dilakukan secara serentak, sehingga pengunjung harus menunggu dengan sabar hingga satu per satu lampion berhasil mengudara.
Saat lampion mulai memenuhi langit, suasana Candi Gedongsongo berubah menjadi semakin memukau. Cahaya yang bertebaran menciptakan pemandangan malam yang memikat sekaligus menjadi daya tarik utama festival.
Salah seorang pengunjung asal Yogyakarta, Elsya Asnawati, mengaku baru pertama kali mengikuti Festival Gedongsongo. Menurutnya, pengalaman menerbangkan lampion ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
“Awalnya excited. Ternyata susah, harus nunggu dan harus sabar. Ekspektasinya bisa terbang bareng-bareng,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan Festival Gedongsongo merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan sejak 2017. Festival ini berangkat dari tradisi ritual resik candi yang kemudian dikemas bersama berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Ia menjelaskan, sejak 2024 rangkaian acara semakin meriah dengan penambahan atraksi penerbangan lampion serta penampilan artis nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, penyanyi Niken Salindry turut menghibur ribuan pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut.
“Tema tahun ini ‘Eksotik Gedongsongo’, menggambarkan Gedongsongo yang memancarkan keeksotisan budaya dan sejarah masa lampau untuk menarik kunjungan wisatawan masa kini,” kata Wiwin.
Menurutnya, Festival Gedongsongo tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan Kabupaten Semarang. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi seni budaya dan produk ekonomi kreatif daerah.
Melalui festival tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai budaya yang hidup di kawasan Candi Gedongsongo tetap terjaga, sekaligus mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Semarang.
Sumber: Tribunnews











