RBN || Sentul
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatiran para pemimpin dunia terhadap potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga. Menurut Prabowo, dampak konflik global tersebut tidak akan bisa dihindari, termasuk oleh Indonesia, meskipun negara ini tidak terlibat langsung dalam peperangan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo mengatakan kekhawatiran tersebut ia dengar langsung saat menghadiri pertemuan internasional di Davos, Swiss, yang dihadiri puluhan kepala negara dan tokoh dunia.
“Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia, saya hadir di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, salah satu ancaman terbesar dari perang global adalah penggunaan senjata nuklir. Jika itu terjadi, Indonesia tetap akan merasakan dampaknya, mulai dari paparan partikel radioaktif hingga terganggunya ekosistem laut.
“Kalau terjadi perang nuklir, partikel radioaktif itu bisa sampai ke kita. Ikan-ikan kita bisa terkontaminasi,” kata Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo juga menyinggung kemungkinan terjadinya nuclear winter, yakni kondisi ketika debu hasil ledakan nuklir menutupi cahaya matahari dalam waktu lama.
“Akan terjadi nuclear winter. Debunya menutup matahari bukan satu atau dua tahun, tapi bisa puluhan tahun. Ini yang dibicarakan para ahli di dunia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif dan non-blok. Namun, ia mengingatkan bahwa sikap tersebut juga berarti Indonesia harus siap berdiri di atas kekuatan sendiri.
“Kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, tidak ikut pakta militer, bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam atau diserang, tidak akan ada yang bantu kita,” tegas Prabowo.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa kemandirian nasional menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global.
“Percaya sama saya, tidak ada yang akan membantu kita. Kita harus kuat dengan kemampuan kita sendiri,” pungkasnya.
Sumber: Liputan6











