Kebakaran Gambir Hanguskan 114 Rumah dan Paksa 880 Warga Mengungsi
RBN || Jakarta
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper Gang 8 dan 9, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
Besarnya kobaran api membuat ratusan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebanyak 114 rumah dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.
Dampak kebakaran juga menyebabkan 310 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 880 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kondisi permukiman yang padat membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat segera mengerahkan personel setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.40 WIB.
Tujuh unit pemadam tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian untuk melakukan penanganan awal. Namun, kondisi kawasan yang padat membuat petugas harus menambah kekuatan guna mengendalikan kobaran api.
Total 27 unit pemadam dengan dukungan 135 personel akhirnya diterjunkan ke lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan lain.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan petugas berhasil melokalisir api sekitar pukul 16.17 WIB. Proses penanganan kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Hingga pukul 18.16 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik terdampak.
Berdasarkan dugaan sementara, sumber api berasal dari salah satu rumah kos. Kobaran kemudian merambat dengan cepat menuju rumah warga di sekitarnya.
Jarak antarrumah yang sangat berdekatan menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tiupan angin yang cukup kencang saat kejadian.
Petugas terus memastikan kondisi lokasi aman setelah api berhasil dikendalikan. Pendataan terhadap warga terdampak juga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan penanganan lanjutan setelah kebakaran.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Kecepatan respons petugas menjadi penting untuk membatasi penyebaran api dan mengurangi dampak terhadap masyarakat.
