Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kemitraan Pangan dan Energi Terbarukan

RBN || Selandia Baru

Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kemitraan bilateral melalui sejumlah sektor prioritas. Ketahanan pangan dan energi terbarukan menjadi perhatian utama kedua negara.

Komitmen tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters, Jumat (28/8).

Menurut Sugiono, ketahanan pangan memiliki posisi strategis dalam hubungan kedua negara. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak dan generasi muda.

Pembahasan kemudian diarahkan pada langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Indonesia dan Selandia Baru juga melihat peluang pengembangan peternakan sapi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.

Selain sektor pangan, kedua negara berkomitmen meningkatkan kapasitas energi terbarukan. Pengembangan panas bumi dan tenaga surya di Indonesia menjadi bidang yang dinilai memiliki peluang kerja sama lebih luas.

Hubungan ekonomi juga mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Selandia Baru membahas peningkatan perdagangan, termasuk penerapan sertifikasi halal untuk mempermudah lalu lintas produk halal kedua negara.

Kerja sama pendidikan turut menjadi bagian pembahasan JMC. Kedua pemerintah sepakat memperluas peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, khususnya untuk bidang yang mendukung prioritas pembangunan nasional.

Dari sisi kawasan, Indonesia dan Selandia Baru bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menjaga stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan Indo-Pasifik.

Kerja sama tersebut akan diperkuat melalui berbagai forum regional, termasuk ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF). Sugiono juga menyambut rencana Selandia Baru menjadi Ketua PIF pada 2027.

JMC menjadi forum utama untuk mengevaluasi perkembangan hubungan bilateral kedua negara. Forum ini sekaligus digunakan untuk mengawal Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia–Selandia Baru 2025–2029.

Pertemuan tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2028. Kedua pihak kemudian menghasilkan Joint Statement sebagai pijakan memperkuat berbagai kerja sama bilateral ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *