Michael Bambang Hartono Wafat, Sosok Pengusaha dan Atlet Bridge yang Ukir Sejarah untuk Indonesia

  • Share
Atlet senior brigde sekaligus bos Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia. (Foto: Okezone)

RBN || Jakarta

Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Michael Bambang Hartono, pengusaha besar sekaligus atlet bridge yang pernah menyumbangkan medali bagi Indonesia di Asian Games 2018, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura.

Sosok yang dikenal sebagai bos Djarum itu lahir di Kudus dan merupakan putra dari Oei Wie Gwan. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia berhasil mengembangkan usaha keluarga menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, sekaligus mengantarkan mereka menjadi jajaran orang terkaya di Tanah Air.

Di balik kesuksesannya sebagai pengusaha, Bambang Hartono juga dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap olahraga bridge. Ketertarikannya pada permainan kartu tersebut telah dimulai sejak 1951 di bawah bimbingan pamannya.

Bagi Bambang, bridge bukan sekadar permainan, melainkan sarana untuk melatih kemampuan berpikir strategis, pengambilan keputusan, serta manajemen risiko, kemampuan yang juga ia terapkan dalam dunia bisnis.

Salah satu kontribusi besarnya di dunia olahraga adalah keberhasilannya mendorong bridge menjadi cabang yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Upayanya melobi Komite Olimpiade Asia (OCA) membuahkan hasil yang membanggakan.

Pada ajang tersebut, Bambang mencatat sejarah sebagai atlet tertua dalam kontingen Indonesia, yakni pada usia 78 tahun, dan berhasil menyumbangkan medali perunggu pada nomor supermixed team.

Prestasi internasionalnya tidak berhenti di situ. Bambang juga pernah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Bridge di Beijing (2008), Sao Paulo (2009), dan Philadelphia (2010), sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

Dedikasinya terhadap olahraga mendapat apresiasi dari negara. Pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020, Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Olahraga sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

Meski dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Bambang tetap menjalani kehidupan yang sederhana dan rendah hati. Ia juga dikenal sebagai sosok yang disiplin dan kompetitif, bahkan tak ragu mengikuti berbagai uji coba di Eropa dan Amerika Serikat selama berbulan-bulan demi mempersiapkan diri menghadapi turnamen.

Kepergian Bambang Hartono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga dunia olahraga nasional. Warisan semangat, dedikasi, dan prestasinya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Sumber: Okezone

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *