RBN || Kudus
Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Kudus mengikuti ajang Kapolres Kudus Cup FIS Mobile Legends 2026 yang digelar di aula laboratorium Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Kamis (12/2/2026). Kompetisi ini diikuti 64 tim, masing-masing terdiri dari enam siswa, sebagai wadah penyaluran bakat di bidang gim digital sekaligus menjaring bibit atlet esport.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan turnamen tersebut diikuti 32 tim dari tingkat SMP dan 32 tim dari tingkat SMA. Seluruh peserta mewakili sekolah masing-masing.
“Kejuaraan ini kami selenggarakan untuk memberi ruang bagi siswa mengekspresikan bakat mereka di bidang gim digital. Saat ini esport juga memiliki jalur prestasi yang membanggakan,” ujar Heru.
Ia berharap ajang serupa dapat digelar secara berkelanjutan agar lahir atlet-atlet esport potensial dari Kudus yang mampu bersaing di tingkat Jawa Tengah maupun nasional.
Salah satu peserta, Venix Aulisa Syifa, siswi kelas IX MTs Negeri 1 Kudus, mengaku antusias mengikuti kompetisi tersebut. Sekolahnya mengirimkan dua tim dalam turnamen ini. Venix sendiri telah mengenal gim Mobile Legends sejak duduk di bangku kelas III SD.
“Ini pertama kalinya saya ikut kompetisi. Biasanya hanya bermain bersama teman-teman,” ujarnya.
Sebagai santri yang tinggal di asrama, Venix mengaku harus meminta izin saat ingin bermain gim. Namun, ia bersyukur mendapat kesempatan mewakili sekolah dalam ajang tersebut.
Wakil Rektor II UIN Sunan Kudus, Wahibur Rokhman, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, gim digital tidak selalu berdampak negatif jika diarahkan dengan baik.
“Anak-anak sekarang sangat melek digital. Selama dikelola dengan bijak dan tidak mengganggu belajar, ini bisa menjadi wadah prestasi,” katanya.
Sumber: Tribunnews











