Puluhan Siswa di Ngawi Diduga Keracunan Menu Program Makanan Bergizi Gratis

  • Share
Puluhan Siswa di Ngawi Diduga Keracunan Menu Program Makanan Bergizi Gratis
Puluhan Siswa di Ngawi Diduga Keracunan Menu Program Makanan Bergizi Gratis

RBN || Ngawi

Puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu telur puyuh dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11). Insiden ini memicu kepanikan orang tua serta membuat pihak sekolah dan kepolisian mengambil tindakan cepat.

Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.15 WIB, setelah sejumlah siswa tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan MBG yang disalurkan melalui SPPG Desa Kawung.

“Pukul 11.15 tadi kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi keracunan dari MBG, makanan gratis dari SPPG Desa Kawung,” ujar AKP Karno.

Tercatat 46 siswa mengalami gejala serupa, terdiri dari 11 siswa SDN 6 Jenggrik dan 35 siswa SMPN 2 Kedunggalar. Mayoritas mengeluhkan mual, muntah, serta pusing dalam waktu hampir bersamaan setelah makan siang.

Seluruh siswa yang terdampak segera dievakuasi ke Puskesmas Gembrang untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan observasi, kondisi mereka dilaporkan stabil dan telah diperbolehkan pulang.

Dari keterangan sementara, menu MBG hari itu berisi lauk telur puyuh. Namun polisi belum dapat memastikan apakah bahan tersebut menjadi penyebab utama keracunan.

“Menu yang didapat dari hasil keterangan sementara tadi adalah makanan dengan lauk telur puyuh. Untuk hasil lab nanti menyusul agar diketahui apa yang benar-benar menyebabkan keracunan hari ini,” tambah AKP Karno.

Polisi bersama Dinas Kesehatan Ngawi telah mengamankan sampel makanan, meminta keterangan dari penyedia MBG, serta melakukan investigasi lanjutan. Pemerintah Desa Kawung diminta melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengawasan kualitas makanan untuk memastikan insiden serupa tidak terulang.

Sumber: beritajatim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *