Lula da Silva Menangi Pilpres Brasil 2026, Kalahkan Putra Bolsonaro dengan 51,8 Persen Suara
RBN || Brasilia
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro dalam pemungutan suara putaran kedua, Minggu (25/10/2026). Kemenangan tersebut memastikan keberlanjutan kepemimpinan berhaluan kiri di negara dengan perekonomian terbesar Amerika Latin itu.
Berdasarkan hasil penghitungan otoritas pemilu Brasil yang dilaporkan Associated Press, Lula memperoleh sekitar 51,8 persen suara. Politikus berusia 80 tahun tersebut unggul hampir 4,4 juta suara atas Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Lula karena berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal pada putaran pertama pemilihan presiden. Kemenangan ini sekaligus membuka jalan baginya untuk menjalani masa jabatan keempat sebagai pemimpin Brasil, dengan pelantikan dijadwalkan pada 5 Januari 2027.
Namun, proses pemungutan suara tidak sepenuhnya berjalan lancar karena muncul kebingungan di sejumlah tempat pemungutan suara. Situasi itu terjadi setelah keputusan mendadak seorang hakim Mahkamah Agung memperpanjang waktu pemilihan selama dua jam akibat kendala transportasi dan cuaca buruk.
Keputusan tersebut mendapat penolakan dari kubu Flávio Bolsonaro yang mempertanyakan perubahan jadwal pemungutan suara. Bolsonaro bahkan menolak mengakui kekalahan dan meminta hasil pemilihan dibatalkan, sehingga berpotensi memunculkan sengketa hukum.
Di tingkat regional, kemenangan Lula menjadi perhatian karena berlangsung ketika sejumlah negara Amerika Latin mengalami pergeseran politik ke arah kanan. Hasil pemilu Brasil juga memastikan dua negara berpenduduk terbesar di kawasan tersebut, yakni Brasil dan Meksiko, tetap berada di bawah pemerintahan berhaluan kiri.
Hubungan Brasil dengan Amerika Serikat turut menjadi sorotan setelah Lula dikenal kerap berbeda pandangan dengan Presiden Donald Trump. Perbedaan kepentingan kedua negara terutama terlihat dalam kebijakan perdagangan, termasuk tekanan tarif yang diberlakukan pemerintahan Washington.
Kemenangan Lula diperkirakan mempertahankan pendekatan diplomasi Brasil yang menekankan kemandirian dalam menentukan kebijakan luar negeri. Meski demikian, pemerintahannya tetap menghadapi tantangan ekonomi domestik, keamanan, dan hubungan perdagangan dengan mitra internasional.
Hasil pemilihan ini menandai babak baru politik Brasil di tengah persaingan ideologi yang masih kuat dalam masyarakat. Lula kini menghadapi tugas menyatukan kembali kepentingan nasional setelah berlangsungnya kontestasi politik yang ketat.
Sumber: Liputan6


