RBN || Puncak
Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa setelah penyaluran dana desa tahap pertama reguler pada Selasa (11/8/2026) malam. Polisi masih menyelidiki penyebab aksi yang membuat sejumlah fasilitas pemerintah mengalami kerusakan.
Kericuhan bermula saat proses penyaluran dana desa tahap pertama reguler berlangsung. Sebelumnya, aktivitas perkantoran dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak berjalan normal sejak pagi.
Situasi mulai memanas pada sore hari ketika sekelompok warga mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Puncak. Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat turun tangan untuk meredakan situasi, tetapi massa tetap melakukan aksi hingga berujung pembakaran.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes mengatakan polisi masih mendalami motif aksi tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah pelaksanaan penyaluran dana desa sebelum kericuhan terjadi.
” Penyebab pasti kami masih dalami. Memang sebelum kejadian ada penyaluran Dana Desa untuk 206 kampung dari 25 distrik,” ujar Domingos, Rabu (12/8/2026).
Menurut kepolisian, massa diduga kecewa terhadap proses penyaluran dana desa. Setelah Kantor PMK dibakar, aksi kemudian meluas ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.
Beberapa bangunan yang menjadi sasaran antara lain Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRK, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Aksi juga menyasar Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kantor Dinas Kesehatan, dan Kantor Pendapatan Daerah. Api bahkan menjalar hingga Kantor Ketahanan Pangan yang turut mengalami kerusakan.
Polres Puncak kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti pemicu kemarahan massa serta rangkaian kejadian yang menyebabkan aksi pembakaran meluas ke sejumlah kantor pemerintahan.
Sumber: Inilah.com











