RBN || Jakarta
Pemerintah menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada garam pada akhir 2027. Target tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah mengklaim berhasil mewujudkan swasembada beras dan jagung, sekaligus upaya mengakhiri ketergantungan impor garam yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pencapaian swasembada garam menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Menteri Sakti Wahyu Trenggono. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan garam nasional tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Zulkifli menilai percepatan swasembada perlu dilakukan karena hingga kini Indonesia masih mengimpor garam dalam jumlah besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.
“Kita masih impor agak besar. Puluhan tahun, mulai kita reformasi 1999 kita tergantung makan sama impor garam,” kata pria yang akrab disapa Zulhas itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menyebutkan, volume impor garam Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton setiap tahun. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah mendorong peningkatan produksi garam dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimistis target swasembada garam dapat diwujudkan pada 2027. Menurutnya, keberhasilan tersebut akan menjadi tonggak penting setelah Indonesia selama sekitar delapan dekade terus bergantung pada impor.
“Kita ingin mencapai swasembada garam, yang sudah 80 tahun ini kita selalu impor,” ujar Trenggono.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan menjalankan sejumlah strategi, di antaranya merevitalisasi tambak garam milik masyarakat agar produktivitasnya meningkat. Selain itu, KKP juga akan membuka komunikasi dengan pelaku industri guna mendorong investasi di sektor pergaraman.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap produksi garam nasional mampu meningkat secara signifikan sehingga kebutuhan industri maupun konsumsi dalam negeri dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal.
Sumber: Tribunnews











