Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Harapan Menemukan Korban Selamat Kian Menipis

  • Share
Reruntuhan bangunan akibat gempa Venezuela. (Foto: Miguel Medina/AP)

RBN || Caracas

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin (29/6/2026), Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyatakan sedikitnya 1.719 orang meninggal dunia, sementara 5.034 orang mengalami luka-luka dan 15.866 warga kehilangan tempat tinggal.

Di tengah upaya penyelamatan yang masih berlangsung, wilayah terdampak kembali diguncang gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,6 yang berpusat di negara bagian La Guaira, kawasan paling parah terdampak bencana.

Lima hari telah berlalu sejak dua gempa besar mengguncang wilayah utara Venezuela. Organisasi kemanusiaan menilai 72 jam pertama setelah bencana merupakan masa paling krusial untuk menemukan korban selamat. Namun, peluang bertahan hidup masih tetap ada apabila korban memiliki akses terhadap makanan dan air.

Di La Guaira, keluarga korban masih bertahan di sekitar lokasi pencarian sambil menunggu kabar dari tim penyelamat lokal maupun internasional. Meski kelelahan mulai melanda para petugas, pencarian terus dilakukan meskipun peluang menemukan korban hidup semakin kecil.

Salah seorang warga, Ana Rada, terus menunggu di dekat reruntuhan sebuah apartemen yang ambruk, tempat adiknya diduga masih tertimbun.

“Kami harus tetap kuat, meskipun tanpa makanan dan tanpa tidur,” ujar Ana sambil mengusap air matanya. “Sampai saya melihat jasadnya, saya masih memiliki harapan.”

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa susulan berkekuatan Magnitudo 4,6 terjadi sekitar 27 kilometer di utara Caraballeda, di pesisir Karibia Venezuela. Sementara itu, lembaga geologi Kolombia mencatat kekuatan gempa mencapai Magnitudo 5,1.

Sebelum bantuan internasional berdatangan, warga bersama para relawan selama beberapa hari berusaha mengevakuasi korban menggunakan peralatan seadanya. Mereka mengaku kekurangan alat berat dan minim dukungan resmi, sementara ratusan gempa susulan terus memperparah kerusakan serta membuat warga hidup dalam ketakutan.

Pemerintah Venezuela menyebut masih ada ratusan warga yang dinyatakan hilang atau terjebak di bawah reruntuhan. Namun, sebuah situs yang dipromosikan kelompok oposisi mencatat hampir 50.000 orang masih belum diketahui keberadaannya hingga Minggu (28/6/2026), turun dari sekitar 55.000 orang sehari sebelumnya.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sekitar 300 personel tim penyelamat dari AS kini berada di Venezuela bersama puluhan tim penyelamat dari berbagai negara.

Selain itu, sekitar 24 pesawat angkut militer C-17 tiba setiap hari membawa bantuan kemanusiaan. Total dukungan finansial Amerika Serikat untuk penanganan bencana ini disebut telah melampaui 300 juta dolar AS.

Militer Amerika Serikat juga membantu memperbaiki sejumlah fasilitas penting, termasuk pelabuhan di La Guaira agar pengiriman bantuan melalui jalur laut dapat dipercepat. Tim lainnya diterjunkan untuk membantu pengelolaan lalu lintas udara setelah sebagian menara pengawas di Bandara Internasional Simon BolĂ­var, Caracas, rusak akibat gempa, kata pejabat tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena tidak berwenang memberikan pernyataan resmi kepada media.

Sumber: France24

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *