Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Karya Warga Binaan Nusakambangan

  • Share
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto. (Foto: Detik News)

RBN || Cilacap

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengapresiasi hasil produksi konveksi karya warga binaan di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya ke Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026), Titiek bahkan turut mempromosikan produk yang dihasilkan para warga binaan tersebut.

Didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Titiek meninjau langsung proses produksi mulai dari pembuatan pola, penjahitan, sablon, hingga pengemasan produk. Ia juga menanyakan berbagai aspek pembinaan, termasuk pemberian premi dan manfaat yang diperoleh warga binaan yang mengikuti program pelatihan tersebut.

Saat melihat proses pengemasan kaus hasil produksi BLK Konveksi Nusakambangan, Titiek tampak terkesan dengan kualitas jahitan yang dinilai rapi dan layak bersaing di pasaran. Ia kemudian mengambil salah satu produk dan secara spontan membantu mempromosikannya.

“Sekarang saya meninjau BLK Nusakambangan yang untuk bikin garmen. Ini bikinannya rapi-rapi, bagus. Jadi yang mau pesan, satunya Rp50 ribu, tapi kasih untung dikit deh, Rp60 ribu gitu,” ujar Titiek sambil menunjukkan produk yang tengah diproduksi.

Menurut pengelola, saat ini BLK Konveksi Nusakambangan tengah mengerjakan pesanan sebanyak 2.500 helai kaus untuk salah satu lembaga pemasyarakatan. Titiek berharap kualitas produk yang dihasilkan dapat menarik minat berbagai instansi maupun perusahaan untuk bekerja sama dengan unit produksi tersebut.

Selain memuji hasil jahitan, Titiek juga menyoroti pentingnya pengawasan mutu atau quality control dalam setiap tahapan produksi. Ia menilai kualitas hasil kerja warga binaan sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan.

“Jangan kejar quantity, tapi hasilnya tidak maksimal. Yang penting kualitasnya tetap terjaga,” pesannya kepada para peserta pelatihan.

BLK Konveksi Nusakambangan diketahui berdiri di atas lahan seluas lebih dari 1.480 meter persegi dan bekerja sama dengan PT Sentosa Garmindo Pratama sebagai mitra produksi. Fasilitas tersebut dilengkapi sekitar 200 unit mesin jahit, obras, dan overdeck yang digunakan dalam proses produksi.

Setiap warga binaan yang terlibat dalam kegiatan konveksi memperoleh premi sebesar Rp1.500 untuk setiap potong pakaian yang berhasil diselesaikan. Selain itu, program pelatihan juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pemberian keterampilan kerja sebagai bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Program pengembangan keterampilan di Nusakambangan merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain konveksi, berbagai unit pelatihan lain juga telah dikembangkan, seperti produksi paving block, pengolahan pupuk organik, budidaya perikanan, peternakan, pengolahan sampah, produksi tepung mocaf, hingga budidaya anggrek.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap warga binaan memiliki keterampilan yang produktif sehingga dapat lebih mudah beradaptasi dan mandiri ketika kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *