RBN || Bandung
Di era digital yang serba cepat, arus informasi datang tanpa henti. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar bisa dipertanggungjawabkan. Hoaks atau berita palsu kerap muncul di media sosial dan berpotensi memecah belah masyarakat. Menyikapi hal ini, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengingatkan pentingnya literasi media bagi generasi muda.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMP Negeri 30 Bandung, Senin, 8 September 2025. Dalam sambutannya, Erwin menekankan bahwa pelajar harus memiliki kemampuan untuk membaca dan menganalisis informasi secara kritis.
“Narasi hoaks bisa memecah belah bangsa. Jangan langsung percaya pada informasi yang beredar. Baca berita dengan teliti dan pastikan kebenarannya,” ujar Erwin.
Menurutnya, literasi digital bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga keterampilan mengevaluasi dan memverifikasi isi berita. Apalagi, generasi muda saat ini sangat aktif menggunakan media sosial. Tanpa bekal literasi digital, mereka mudah terjebak dalam arus informasi menyesatkan.
Pemerintah Kota Bandung, tambah Erwin, terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program edukasi literasi digital. Harapannya, pelajar Bandung dapat menjadi pengguna media yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. “Kami ingin generasi muda Bandung cerdas bermedia. Jangan mudah termakan hoaks, karena dampaknya bisa merugikan banyak orang,” tegasnya.
Selain bicara tentang literasi media, Erwin juga menyampaikan pesan moral bagi para siswa. Ia mengingatkan pentingnya semangat belajar serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Menurutnya, akhlak mulia yang diajarkan Nabi Muhammad SAW harus tercermin dalam keseharian generasi muda. “Belajar yang rajin, hormati guru di sekolah dan orang tua di rumah. Itu adalah bagian dari akhlak mulia,” pesannya.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum peringatan hari besar Islam, tetapi juga wadah untuk memperkuat karakter pelajar Bandung. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kemampuan berpikir kritis dan sikap bijak dalam bermedia menjadi bekal utama untuk menghadapi tantangan zaman.
Dengan literasi digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan menjaga persatuan bangsa. Bandung berkomitmen mencetak pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi arus informasi global.











