RBN || Lampung Timur
Kebakaran hebat melanda sebuah gudang kasur dan mebel di Dusun Ngudi Rahayu, Desa Sumberrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.05 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Kasatreskrim Polres Lampung Timur AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi pada mesin penggiling limbah kasur yang sedang beroperasi.
“Penyebab karena korsleting dan ledakan mesin penggiling kasur,” kata Stefanus saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula ketika dua pekerja berinisial M dan D sedang menggiling limbah kasur menggunakan mesin penggiling. Tiba-tiba mesin mengalami korsleting yang disertai percikan api.
Percikan tersebut kemudian menyambar material yang mudah terbakar di sekitar lokasi, seperti busa, kapuk kasur, dan kain. Api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bahan baku yang tersimpan di dalam gudang.
Kedua pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan air serta meminta bantuan warga sekitar. Namun kobaran api terus membesar hingga mengancam bangunan gudang dan rumah milik pemilik usaha.
Sebelum api meluas, para pekerja berhasil menyelamatkan sejumlah kendaraan milik pemilik gudang, antara lain satu unit truk, satu unit mobil Mitsubishi Pajero, serta dua sepeda motor. Namun satu unit mobil Kijang Pick Up dan dua sepeda motor milik pekerja tidak berhasil diselamatkan dan hangus terbakar.
Kobaran api juga merembet ke bagian dapur rumah pemilik yang berada di samping gudang. Pemilik rumah bersama warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sebelum api menjalar lebih jauh.
Warga bersama personel Polsek Batanghari sempat melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sejumlah unit pemadam tiba di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, satu bangunan gudang kasur dan mebel, bahan baku produksi, material kayu, perabotan, sebagian bangunan rumah, satu unit mobil, serta beberapa sepeda motor mengalami kerusakan akibat terbakar.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, total kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi pada mesin penggiling limbah kasur.
Sumber: Liputan6











