RBN || Jakarta
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6). Menjelang aksi tersebut, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama demonstrasi berlangsung.
Yatalathof mengatakan bahwa kemacetan akibat aksi unjuk rasa hanya bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa jam. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sebanding dengan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, seperti terbatasnya mobilitas sosial, lapangan kerja, dan masa depan yang dinilai telah berlangsung dalam waktu lama.
“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari,” ujar Yatalathof dalam keterangannya.
Ia menambahkan, “Kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun.”
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
Selain mahasiswa, BEM UI juga mengundang berbagai elemen masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut, mulai dari buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, hingga komunitas lainnya yang merasa bahwa arah kebijakan negara saat ini perlu mendapat perhatian dan evaluasi.
Sumber: Detik News











