RBN || Jakarta
Motif dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya (32) mulai terungkap. Polisi menduga kejadian tersebut berkaitan dengan masalah internal keluarga dan ketidaksetujuan terhadap hubungan Jesslyn dengan calon suaminya, Evan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra mengatakan, pihak keluarga diduga menyewa lima pria untuk menjemput paksa Jesslyn saat berada di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026).
Setelah dijemput paksa, Jesslyn dibawa menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang. Ia kemudian diterbangkan ke Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand. Jesslyn disebut melakukan perjalanan tersebut bersama ibu dan tantenya.
Menurut keterangan Evan, konflik Jesslyn dengan keluarganya telah berlangsung sejak 2025. Pada April hingga Oktober 2025, Jesslyn disebut sempat mengalami pembatasan komunikasi di rumah ibunya. Ponsel dan laptopnya disebut disita sehingga ia kesulitan berkomunikasi dengan Evan maupun teman-temannya.
Jesslyn kemudian keluar dari rumah dan memilih hidup mandiri pada Oktober 2025. Setelah tinggal di apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jesslyn bersama Evan dan seorang pengacara sempat membuat laporan ke Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta.
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penjemputan paksa tersebut dan mendalami pihak-pihak yang terlibat.
Sumber: Kompas.com











