RBN || Jakarta
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat maupun kritik. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika demokrasi dan berbagai aspirasi publik yang berkembang di masyarakat.
Dudung mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan kritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus digunakan untuk membangun bangsa dan negara, bukan sebaliknya menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” kata Dudung dalam keterangan videonya, Kamis (11/6).
Ia menegaskan bahwa kritik tidak boleh disamakan dengan provokasi, fitnah, maupun upaya adu domba yang dapat merusak persatuan bangsa. “Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Dudung juga mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, bangsa Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan dalam menyampaikan aspirasi maupun kritik kepada pemerintah.
Sumber: Detik News











