RBN || Biak Numfor
Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom sisa World War II di Kabupaten Biak Numfor tidak hanya menewaskan lima orang, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 10 rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta mendata seluruh dampak yang ditimbulkan.
Kasat Reskrim Polres Biak, Ipda Daniel Rumpaidus, mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat 10 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kuatnya ledakan tersebut.
“Data sementara terdapat 10 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan bom Perang Dunia II,” kata Daniel, Minggu (31/5/2026).
Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari pecahnya kaca jendela, rusaknya bagian atap dan dinding rumah, hingga bangunan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat gelombang ledakan. Petugas masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengetahui tingkat kerusakan masing-masing rumah dan kemungkinan adanya bangunan lain yang turut terdampak.
Peristiwa tragis itu sebelumnya mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Korban diduga sedang berupaya membongkar atau menangani benda yang kemudian diketahui sebagai bom peninggalan Perang Dunia II sebelum akhirnya terjadi ledakan besar. Kekuatan ledakan tidak hanya menghancurkan area di sekitar titik kejadian, tetapi juga dirasakan oleh warga yang berada di lingkungan sekitar.
Kepolisian bersama instansi terkait telah memasang garis polisi di lokasi ledakan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim juga mengumpulkan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi guna mengungkap kronologi lengkap insiden tersebut.
Biak sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki jejak sejarah kuat terkait Perang Dunia II. Pada masa perang, kawasan tersebut menjadi lokasi pertempuran besar antara pasukan Sekutu dan Jepang. Akibatnya, hingga kini masih ditemukan berbagai peninggalan perang, termasuk amunisi dan bahan peledak yang terkubur di sejumlah lokasi.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang. Jika menemukan benda serupa, warga diminta segera melapor kepada kepolisian atau aparat setempat agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki keahlian khusus.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta menyiapkan langkah penanganan pascakejadian. Fokus utama saat ini adalah membantu keluarga korban, memastikan keamanan lokasi, dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Sumber: Detik News











