Buleleng Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

  • Share
foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

RBN || Buleleng, Bali

Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan terus diperkuat di Kabupaten Buleleng. Melalui pendampingan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor.

Sekretaris Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Made Hadi Saputra, menghadiri kegiatan pendampingan pembentukan Pokja yang digelar di Hotel Puri Saron Lovina, Selasa (28/4). Kegiatan ini melibatkan berbagai perangkat daerah serta unsur kepolisian sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Sekda. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurutnya, budaya sekolah aman dan nyaman mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, hingga kesejahteraan psikologis dan sosial kultural peserta didik. Selain itu, penguatan adab serta keamanan digital juga menjadi perhatian serius di tengah maraknya hoaks dan ancaman kejahatan siber yang menyasar generasi muda.

Dengan jumlah 782 satuan pendidikan di Buleleng yang terdiri atas 224 PAUD, 482 SD, dan 76 SMP, tantangan implementasi kebijakan ini dinilai tidak ringan. Karena itu, pembentukan Pokja di tingkat kabupaten menjadi langkah konkret untuk memastikan sinergi, pendampingan, dan pengawasan berjalan optimal.

Sementara itu, Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Dwi Prasetya, menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam mewujudkan budaya sekolah yang ideal. Menurutnya, peran pemerintah daerah akan semakin kuat dengan Sekretaris Daerah sebagai Ketua Pokja.

Ia juga mengingatkan bahwa pembentukan Pokja tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus diikuti langkah nyata di lapangan agar dampaknya segera dirasakan oleh satuan pendidikan.

Melalui pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ini, Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

sumber: Dinas Kominfosanti Buleleng
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *