RBN || Jakarta
Rossa akhirnya berbicara setelah beragam komentar beredar di media sosial mengenai dirinya. Bukan sekadar membela diri, ia juga mengirimkan pesan tegas soal batasan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab moral di dunia maya.
Keputusan Rossa untuk melayangkan somasi terhadap sejumlah akun bukanlah keputusan yang diambil dengan terburu-buru. Dalam wawancaranya di kanal C8Podcast, Rossa menjelaskan bahwa langkah ini sudah melalui pertimbangan matang dan ia memberikan kuasa kepada tim manajemennya untuk menangani masalah tersebut.
“Sebetulnya aku sebagai public figure memutuskan untuk ‘oke kalau gitu aku akan memberikan kuasa pada manajemen aku dengan cara untuk mensomasi’,” ujar Rossa pada Rabu (22/4).
Keputusan ini diambil setelah beredarnya video hoaks yang dianggap merugikan dirinya. Rossa menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar masalah kritik atau opini, tetapi sudah memasuki ranah penyebaran informasi yang tidak benar.
Menurut Rossa, kebebasan berkomentar di media sosial kini sudah terlalu lepas dari tanggung jawab moral. “Kalau buat aku mungkin lebih kepada aduh ini zaman udah mengerikan banget ya gitu. Terlalu bebas berkomentar gitu rasanya,” katanya.
Meski mengakui bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapat, Rossa mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus tetap sejalan dengan kesadaran moral. “Ada yang bilang ‘oh ini kan kebebasan gue untuk berkomentar’. Iya betul, tapi kalau udah merugikan orang lain itu kan harusnya ada morality dalam diri,” tuturnya.
Rossa juga menekankan bahwa meskipun seorang figur publik, mereka tetap manusia biasa yang bisa terluka oleh kata-kata. “Kayak yang kamu omongin tuh manusia juga loh, kamu menyakiti perasaan orang lain gitu. Dan itu bukan buat inian semata, tapi justru kepentingannya mereka pribadi yang bisa diuangkan,” ungkapnya.
Meskipun ada yang mendukung langkah tegas Rossa, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa sebagai seorang artis, ia harus siap menerima segala komentar. Menanggapi hal ini, Rossa memberikan penegasan keras.
“Emang artis tuh barang? Jangan sampai sosial media ini menjadi bahan untuk fitnah gitu, untuk menyebarkan kebencian kan seram banget ya,” jelasnya.
Rossa berharap, melalui kasus ini, ada perubahan cara pandang dalam menggunakan media sosial. Baginya, ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan cerminan dari kondisi ruang digital saat ini.
“Mudah-mudahan dengan ini aku bisa mengajak orang-orang untuk lebih bijak bersosial media, meskipun ini pahit mungkin buat yang disomasi,” tutup Rossa.
Sumber: Insert Live











