Volume Sampah Jakarta Tembus 7.000 Ton per Hari, DPRD Soroti Tekanan Berat di Bantargebang

  • Share
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan. (Foto: Detik News)

RBN || Jakarta

Permasalahan sampah di DKI Jakarta kembali menjadi sorotan setelah Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI mengungkap bahwa volume sampah di ibu kota mencapai sekitar 7.000 ton per hari. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya produksi limbah harian dari aktivitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah strategis dalam pengelolaan sampah.

Besarnya volume sampah tersebut memberikan tekanan besar terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menjadi lokasi utama pembuangan akhir. Dengan kapasitas yang semakin terbatas, Bantargebang menghadapi risiko kelebihan beban yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Bahkan, kondisi ini juga berpotensi memicu masalah lanjutan seperti longsor sampah dan pencemaran.

Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta, Judistira, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan serius.

“Dengan volume sampah sebesar itu (7 ribu ton), tekanan terhadap Bantargebang semakin besar. Diperlukan langkah serius mulai dari pengurangan di sumber, peningkatan daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan modern,” kata Judistira kepada wartawan, Rabu (8/4/2026). Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir dalam sistem pengelolaan sampah.

Data lain juga menunjukkan bahwa produksi sampah Jakarta bahkan bisa mencapai lebih dari 7.900 hingga 8.000 ton per hari dalam kondisi tertentu. Hal ini menandakan bahwa angka 7.000 ton bukanlah batas maksimal, melainkan gambaran rata-rata yang masih berpotensi meningkat jika tidak dikendalikan dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, DPRD DKI mendorong adanya solusi konkret dan berkelanjutan, seperti penguatan program pengurangan sampah dari sumber, optimalisasi daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan berbasis teknologi modern. Tanpa langkah nyata, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus membebani lingkungan perkotaan dan memperparah krisis pengelolaan limbah di Jakarta.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *