RBN || Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab penuh atas insiden dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB ini mengakibatkan sedikitnya 135 siswa dan guru mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Para korban dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, sakit perut, dan diare, sehingga sebagian di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Rincian korban menunjukkan bahwa di SDN Pondok Kelapa 09 terdapat 33 siswa terdampak dengan tujuh orang dirawat di RSUD Duren Sawit. Kemudian di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa terdampak, di SDN Pondok Kelapa 07 terdapat 31 siswa dengan delapan orang dirawat, serta di SMAN 91 terdapat 34 orang yang terdiri dari 28 siswa dan enam guru serta tenaga kependidikan.
Menanggapi kejadian ini, pihak BGN memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan dan biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya. BGN juga menyampaikan bahwa kondisi para korban saat ini sudah berangsur membaik.
“Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery (proses pemulihan), mudah-mudahan satu dua hari sudah selesai semua,” ujar perwakilan BGN.
Diharapkan para siswa dan guru yang terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala, sementara evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Sumber: Antara News











