50 Hektare Sawah di Jember Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen
RBN || Jember
Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap lahan pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sedikitnya 50 hektare sawah di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, mengalami kekeringan parah hingga menyebabkan tanaman padi yang baru berusia sekitar 18 hari layu dan mati.
Kondisi tersebut membuat petani menghadapi ancaman gagal tanam sekaligus kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Sawah yang sebelumnya mendapat cukup pasokan air kini mengering, sementara permukaan tanah mulai retak akibat kekurangan air.
Salah seorang petani, Marjuki, mengatakan persoalan utama terjadi karena debit air dari saluran irigasi yang bersumber dari mata air di desa tetangga mengalami penurunan drastis.
“Debit air dari saluran irigasi desa sebelah sudah sangat kecil dan tidak sampai mengairi sawah di sini. Kami sudah berupaya menyedot air menggunakan mesin pompa, tetapi hasilnya tetap tidak sebanding. Debit airnya terlalu kecil, sementara biaya operasional BBM yang kami keluarkan besar,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).
Upaya menggunakan pompa air menjadi pilihan petani untuk menyelamatkan tanaman. Namun, minimnya sumber air membuat cara tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan irigasi. Di sisi lain, biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan terus bertambah sehingga semakin membebani petani.
Berdasarkan data Kelompok Tani Pendowo Desa Jubung, sekitar 50 hektare lahan yang sedang memasuki masa tanam terdampak krisis air. Sebagian tanaman padi bahkan sudah mengering dan mati sebelum memasuki usia produktif.
Para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka meminta adanya bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehingga lahan pertanian yang terdampak dapat diselamatkan dan kerugian petani tidak semakin besar.
Sumber: Berita Satu


