Warga Pulau Kukusan NTT Harus Beli Air Bersih dari Luar Pulau

RBN || Labuan Bajo

Warga Pulau Kukusan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mengalami kesulitan mengakses air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air dari luar pulau dan membawanya menggunakan kapal nelayan.

Kondisi tersebut dirasakan Fatimah (30), warga asli Pulau Kukusan. Ia mengatakan air yang dibeli dari luar pulau digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari minum, mandi hingga mencuci.

“Dari luar pulau,” kata Fatimah saat ditemui dalam kegiatan Jernih Berbagi Kompas.com di Pulau Kukusan, Selasa (1/9/2026).

Menurut Fatimah, warga biasanya membeli air dalam jeriken atau drum. Harga satu jeriken air sekitar Rp1.000, sedangkan satu drum mencapai Rp10.000.

Untuk mendapatkan air tersebut, warga harus menyeberang ke luar pulau atau menitipkannya kepada kapal nelayan yang membawa barang. Ongkos penyeberangan sekitar Rp25.000 untuk penumpang dan dapat mencapai Rp35.000 jika membawa barang.

Kondisi tersebut membuat warga harus menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Pengeluaran air juga menjadi beban tambahan karena air yang dibeli tidak hanya digunakan untuk minum, tetapi juga mandi dan mencuci.

“Karena dibeli air minumnya, untuk air mandinya juga,” ujar Fatimah.

Persoalan air bersih di Pulau Kukusan telah berlangsung sejak lama. Fatimah mengatakan sebelumnya pernah tersedia mesin yang dapat mengolah air laut menjadi air yang dapat digunakan warga. Namun, mesin tersebut kini rusak karena tidak mendapat perawatan dan perbaikan.

“Dulu pernah ada mesin air yang bisa mengelola air laut jadi air minum. Tapi ya sudah rusak karena tidak pernah dicek, diperbaiki juga,” kata Fatimah.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *