Sashenka Buka Medali Indonesia di YOG Dakar 2026
RBN || Dakar, Senegal
Medali pertama Indonesia pada Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 akhirnya datang dari cabang judo. Atlet putri Sashenka Cahaya Fatimah mencatat sejarah setelah meraih perunggu nomor -63 kilogram di Dakar Expo Center, Senegal, Senin (2/11).
Sashenka memastikan podium setelah menundukkan judoka Aljazair, Dounia Berrahoual, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Hasil tersebut sekaligus menjadi medali pertama bagi kontingen Indonesia pada YOG Dakar 2026.
Pencapaian itu memiliki arti khusus bagi judo Indonesia. Sejak mengikuti tiga edisi sebelumnya di Singapura 2010, Nanjing 2014, dan Buenos Aires 2018, belum pernah ada judoka Indonesia yang berhasil membawa pulang medali dari Youth Olympic Games.
Persaingan menuju podium tidak mudah karena Sashenka harus melewati sejumlah judoka dari berbagai negara. Perjuangannya kemudian berbuah hasil saat ia mampu mengatasi wakil Aljazair pada laga perebutan peringkat ketiga.
Berdasarkan hasil resmi International Judo Federation (IJF), medali emas nomor tersebut diraih Jolina Reinhold dari Jerman. Medali perak menjadi milik Khushbu Rajakbhai Darjada dari India, sementara Sashenka dan Aaisha Kyialbekova dari Kirgizstan sama-sama menempati posisi ketiga.
Prestasi di Dakar melanjutkan catatan positif Sashenka di level internasional. Sebelumnya, ia meraih medali emas nomor -63 kilogram putri pada Asian Youth Games 2025 di Bahrain.
YOG Dakar 2026 berlangsung 31 Oktober hingga 13 November dan menjadi edisi keempat sekaligus penyelenggaraan pertama di Benua Afrika. Ajang ini diikuti sekitar 2.700 atlet muda dari berbagai negara dengan mempertandingkan 25 cabang olahraga.
Indonesia mengirimkan 12 atlet, masing-masing enam putra dan enam putri, untuk berlaga di sembilan cabang, yakni atletik, renang, bulu tangkis, balap sepeda, equestrian, judo, wushu, skateboard, dan triathlon.
Medali Sashenka menjadi catatan penting bagi kontingen Indonesia sekaligus sejarah baru judo nasional di ajang olahraga multi-cabang usia muda dunia. Pencapaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi atlet judo Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di level internasional.


