Lima Helikopter TNI AL Uji Kemampuan Operasi dari KRI Sriwijaya-100
RBN || Jakarta
Lima helikopter TNI Angkatan Laut (TNI AL) dilibatkan dalam latihan Shipboard Operation di atas KRI Sriwijaya-100, Senin (2/11/2026). Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan manuver, koordinasi taktis, dan interoperabilitas prajurit TNI AL di laut.
Kegiatan ini melibatkan tiga helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 serta dua helikopter Bell 412 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2. Pengoperasian berbagai unsur udara tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan TNI AL dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam latihan, kemampuan pesawat dan personel diuji melalui rangkaian take off dan landing dari kapal. Proses tersebut membutuhkan koordinasi yang baik antara awak helikopter, unsur kapal, serta satuan pendukung selama operasi berlangsung.
Selain menguji kemampuan operasional, latihan juga diarahkan untuk menghadapi situasi kebencanaan. Puspenerbal bersama KRI Sriwijaya-100 mengembangkan skenario penanganan bencana alam yang membutuhkan mobilitas udara dan laut secara terpadu.
Kesiapan tersebut penting untuk mendukung pengiriman bantuan logistik maupun proses evakuasi korban dari wilayah terdampak bencana. Kemampuan ini juga dibutuhkan ketika bantuan harus menjangkau pulau-pulau terluar yang memiliki akses terbatas.
Pelaksanaan operasi dengan lima helikopter sekaligus menjadi bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit dan pengawak alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AL. Sinergi antarsatuan terus diperkuat agar setiap unsur mampu bergerak secara terkoordinasi ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Melalui latihan berkelanjutan, TNI AL berupaya memastikan kemampuan personel dan kesiapan Alutsista tetap terpelihara. Penguatan interoperabilitas antarsatuan menjadi salah satu modal penting untuk mendukung pelaksanaan tugas secara cepat, efektif, dan profesional.


