RBN || Mojokerto
Seekor sapi kurban di Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, terperosok ke dalam septic tank sedalam sekitar 6 meter saat hendak diambil pembelinya untuk kurban Iduladha. Insiden itu terjadi pada Selasa sore (26/5/2026) ketika sapi tiba-tiba berontak setelah keluar dari kandang hingga menginjak penutup septic tank yang kemudian ambrol.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari tiga jam. Belasan petugas Damkar Pos 1 Mojoanyar dan BPBD Mojokerto bersama relawan menggunakan dua tripod katrol untuk menarik sapi keluar dari lubang sempit berdiameter sekitar 1 meter. Bahkan dua petugas harus turun langsung ke dasar lubang untuk mengikat tubuh sapi dengan tali.
Evakuasi menjadi sulit karena tali beberapa kali terlepas akibat kondisi sapi yang semakin lemas. Petugas juga harus menyalakan blower berkala untuk memasok oksigen ke dalam septic tank agar sapi tetap bertahan hidup selama proses penyelamatan berlangsung. Selain itu, bambu dipasang di sekitar bibir lubang sebagai pijakan karena tanah di sekitar septic tank rawan longsor.
Sapi jenis simental berusia sekitar 2,5 tahun itu diketahui sudah terjual seharga Rp25 juta dan rencananya akan dikurbankan keesokan harinya. Setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.20 WIB, sapi dalam kondisi sangat lemas namun akhirnya selamat dan kembali bisa berdiri setelah mendapat penanganan dari mantri hewan setempat.
Sumber: Detik News











