Rambut Perak, Mental Baja: Maye Musk dan Definisi Baru Cantik di Usia Matang

  • Share
Ilustrasi

RBN || Jakarta

Keanggunan sejati tidak lahir dari upaya menutupi usia, melainkan dari keberanian merayakannya. Di titik inilah sosok Maye Musk berdiri. Perempuan kelahiran 19 April 1948 ini menjadi antitesis dari obsesi industri kecantikan terhadap kemudaan abadi. Lebih dari sekadar ibu dari Elon Musk, Maye membuktikan bahwa pesona sejati muncul ketika seseorang berdamai dengan dirinya sendiri.

Kariernya membentang lebih dari lima dekade. Ia mulai menjadi model sejak usia 15 tahun di Pretoria, Afrika Selatan, lalu perlahan menapaki panggung global. Dari seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan anak-anaknya, Maye bertransformasi menjadi ikon yang menghiasi sampul majalah seperti Vogue, tampil di berbagai peragaan busana internasional, hingga mencetak sejarah sebagai model tertua di Sports Illustrated Swimsuit Issue. Di ajang besar seperti New York Fashion Week, ia kerap dipercaya menutup catwalk, penanda pengaruh dan reputasinya.

Namun kehadirannya bukan sekadar simbol keberagaman usia. Rambut perak alaminya menjelma pernyataan tentang kejujuran diri. Psikolog klinis Jennifer Baumgartner menilai penampilan adalah cerminan kondisi batin; mereka yang merasa utuh biasanya memancarkan aura yang stabil dan kuat. Itu terlihat jelas pada Maye.

Di balik sorotan kamera, ia juga seorang ahli gizi dan penulis. Memoarnya, A Woman Makes a Plan, mengisahkan ketekunan menata hidup, bangkit dari kesulitan, dan menjaga relevansi di tengah perubahan zaman. Pendekatannya sejalan dengan konsep successful aging yang dikaji psikolog perkembangan Margie E. Lachman, yakni pentingnya tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial agar tetap sehat dan bermakna di usia dewasa.

Kini, pengaruh Maye Musk menjangkau Amerika, Eropa, hingga Asia, termasuk China, tempat ia menjadi inspirasi banyak perempuan dewasa. Ia menunjukkan bahwa menua adalah hak istimewa, bukan batasan. Ketangguhannya mengajarkan satu hal penting: kecantikan versi dewasa bukan sekadar soal rupa, melainkan tentang kebijaksanaan, daya tahan, dan keberanian untuk terus berkontribusi. Sebuah keanggunan yang justru bersinar semakin terang setelah melewati banyak musim kehidupan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *