Muhammadiyah Tegaskan KHGT Beri Kepastian Kalender, Namun Perbedaan Awal Ramadan Tetap Berpotensi Terjadi
RBN || Jakarta
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dirancang untuk menghadirkan kepastian dan keseragaman penanggalan Islam secara internasional melalui pendekatan astronomi yang bersifat global, namun perbedaan dalam penetapan awal Ramadan dengan pemerintah maupun organisasi Islam lain di Indonesia tetap berpotensi terjadi karena adanya perbedaan kriteria dan metodologi yang digunakan, di mana Muhammadiyah mengacu pada prinsip hisab dengan standar global sementara pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih menggunakan mekanisme sidang isbat yang mengombinasikan hisab dan rukyat berbasis wilayah.
Meskipun KHGT menawarkan sistem yang lebih pasti, terukur, dan dapat diprediksi jauh hari sebelumnya, realitas perbedaan pendekatan fiqih dan otoritas penetapan awal bulan hijriah membuat kemungkinan perbedaan awal puasa, Idul Fitri, maupun Idul Adha tetap tidak sepenuhnya bisa dihindari, dan Muhammadiyah pun mengajak umat Islam menyikapi perbedaan tersebut dengan kedewasaan, toleransi, serta semangat persatuan demi menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman pandangan.
Sumber: Muhammadiyah
