Menkes Ingatkan Kasus Parkinson dan Alzheimer di Indonesia Bisa Melonjak dalam 10 Tahun

RBN || Jakarta

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan Indonesia perlu bersiap menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson, Alzheimer, dan demensia.

Peringatan tersebut disampaikan Budi seiring dengan perubahan demografi Indonesia yang ditandai semakin bertambahnya populasi lanjut usia. Menurutnya, peningkatan usia harapan hidup berpotensi membuat beban penyakit saraf meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Budi menyampaikan hal itu saat membuka The 1st International King’s – EMC Neuroscience Masterclass and Symposium 2026, forum ilmiah hasil kolaborasi EMC Healthcare dan King’s College London di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

“Di Indonesia, populasi kita usianya juga menua. Jadi, dalam 5 sampai 10 tahun lagi, mungkin nanti akan setara dengan strok dan kanker beban penyakit yang ini (saraf). Lebih baik kita mempersiapkan dari sekarang,” kata Budi.

Budi menjelaskan, penyakit neurodegeneratif telah menjadi persoalan kesehatan serius di sejumlah negara Barat. Demensia, Alzheimer, dan Parkinson menjadi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi pembelajaran bagi Indonesia agar tidak terlambat menyiapkan sistem kesehatan ketika kasus penyakit saraf mulai meningkat.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Budi menilai penguasaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang neurologi menjadi hal penting. Pasalnya, metode untuk mendeteksi maupun menangani sejumlah penyakit neurodegeneratif masih terus berkembang.

“Penyakit ini kan cara screening-nya, deteksinya, kemudian treatment-nya juga masih belum pasti. Sama seperti cancer 10 tahun yang lalu. Jadi, pemahaman terhadap teknologi baru, sains yang baru mengenai penyakit ini penting sekali,” jelasnya.

Menurut Budi, persiapan sejak dini diperlukan karena tantangan penyakit neurodegeneratif tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasien, tetapi juga kemampuan sistem kesehatan dalam melakukan skrining, diagnosis, dan pengobatan.

Karena itu, pengembangan ilmu saraf serta pemanfaatan teknologi baru dinilai perlu terus didorong. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi potensi lonjakan kasus Parkinson, Alzheimer, demensia, dan penyakit neurodegeneratif lainnya di masa mendatang.

Pemerintah pun mengingatkan bahwa perubahan struktur usia penduduk harus diikuti dengan kesiapan sektor kesehatan agar peningkatan jumlah lansia tidak berujung pada melonjaknya beban penyakit yang sulit ditangani.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *