Kabut Asap Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup Dua Hari
RBN || Kuching
Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, menutup sementara 591 sekolah di 10 distrik menyusul memburuknya kondisi kabut asap yang berdampak pada kualitas udara di wilayah tersebut.
Kebijakan tersebut mulai berlaku Kamis (20/8/2026) dan diterapkan selama dua hari. Penutupan mencakup sekolah dasar dan menengah di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, serta Betong.
Informasi tersebut disampaikan Dinas Pendidikan Sarawak melalui akun Facebook resminya. Kebijakan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat dialami para siswa akibat paparan udara yang tidak sehat.
“Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara yang tidak sehat,” ujar Dinas Pendidikan Sarawak.
Penutupan ratusan sekolah tersebut berdampak terhadap 197.323 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107.590 siswa berasal dari 509 sekolah dasar.
Sementara itu, 89.733 siswa lainnya merupakan peserta didik dari 82 sekolah menengah yang berada di 10 distrik terdampak.
Meski sekolah ditutup, kegiatan belajar-mengajar tetap dilanjutkan dari rumah. Kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut diterapkan agar siswa tetap mendapatkan materi pelajaran selama proses penutupan berlangsung.
Dinas Pendidikan Sarawak mengatakan informasi terbaru mengenai kemungkinan perpanjangan masa penutupan maupun jadwal pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan kantor pendidikan di masing-masing distrik.
Keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk.
Sumber: Tribunnews
