RBN || Jakarta
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons aksi warga di sejumlah wilayah Aceh yang mengibarkan bendera putih sebagai bentuk keputusasaan akibat banjir dan longsor yang terjadi selama hampir tiga pekan terakhir.
Tito mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengecek informasi terkait aksi tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Saya belum tahu, saya cek dulu,” ujar Tito saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/12).
Sebelumnya diberitakan, warga di beberapa daerah di Aceh mulai mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana yang dinilai belum optimal. Aksi ini muncul setelah banjir bandang dan longsor berulang kali melanda wilayah tersebut dan belum sepenuhnya tertangani.
Bendera putih terlihat terpasang di sejumlah titik strategis, seperti jembatan dan pinggir jalan di wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Pemandangan ini menjadi simbol jeritan warga yang terdampak bencana berkepanjangan.
Warga menyebut pengibaran bendera putih sebagai tanda penyerahan diri karena merasa tidak berdaya menghadapi kondisi banjir yang terus berulang. Selain merusak rumah, bencana tersebut juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan melemahkan perekonomian masyarakat setempat.
Aksi pengibaran bendera putih dilakukan secara kolektif dengan harapan dapat menarik perhatian pemerintah pusat agar segera turun tangan. Warga berharap ada penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan untuk mengatasi dampak banjir dan longsor di Aceh.
Hingga kini, masyarakat di wilayah terdampak masih menantikan langkah konkret pemerintah dalam pemulihan dan pencegahan bencana agar kondisi serupa tidak terus terulang.
Sumber: SINDO News











