Megawati Khawatir Hukum Tak Berkeadilan Bisa Mengoyak Persatuan Bangsa

  • Share
Megawati Soekarnoputri. (Foto: Kompas.com)

RBN || Jakarta

Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia yang dinilai berpotensi tidak berkeadilan dan dapat berdampak pada persatuan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan gelar profesor emeritus untuk Arief Hidayat yang digelar di Universitas Borobudur, Jakarta, pada Sabtu 2 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa keadilan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemakmuran bangsa. Ia mengingatkan bahwa hukum tidak boleh dijalankan secara semena-mena karena dapat merusak tatanan sosial yang telah dibangun. Menurutnya, hukum harus menjadi alat pemersatu, bukan sumber konflik di tengah masyarakat.

Ia juga secara tegas menyampaikan, “Keadilan menjadi dasar dan tujuan bagi cita-cita kemakmuran. Tanpa hukum yang berkeadilan, persatuan bangsa begitu mudah terkoyak oleh kepentingan. Ini saya khawatirnya ini bakal bisa terjadi loh,” yang menggambarkan kekhawatiran mendalam terhadap potensi perpecahan akibat ketidakadilan hukum.

Megawati menilai bahwa dalam negara yang majemuk seperti Indonesia, keadilan hukum memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan hukum harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila agar tidak terjadi ketimpangan perlakuan di antara warga negara.

Sebagai penutup, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya aparat penegak hukum, untuk bekerja secara profesional, independen, dan menjunjung tinggi keadilan. Ia berharap hukum di Indonesia tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi juga mencerminkan nilai kemanusiaan dan mampu memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *