RBN || Maluku Tengah
Kapal Layar Motor (KLM) Tanjung Bara yang mengangkut material bahan bangunan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Laut Tanjung Alang, Desa Alang, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Seluruh delapan anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah dievakuasi oleh kapal Yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru yang melintas di lokasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan sekitar pukul 05.00 WIT. Saat melintasi perairan Tanjung Alang, kapal dihantam gelombang tinggi hingga mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam.
“Keterangan dari nakhoda kapal bahwa kapal dihantam gelombang tinggi. Akibatnya, papan kayu bagian bawah terlepas hingga kemasukan air dan karam. Sebelum karam seluruh ABK berhasil melompat dan menyelamatkan diri,” ujar Arafah.
Setelah kapal tenggelam, para ABK bertahan di laut selama beberapa jam dengan berpegangan pada papan kayu dan jeriken sambil menunggu pertolongan.
Basarnas Ambon menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 07.35 WIT dan segera berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR. Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Arafah dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) Abimanyu.
Sekitar pukul 11.06 WIT, tim darat Basarnas memperoleh informasi dari warga Desa Alang mengenai sebuah kapal yacht yang terlihat berputar-putar di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Tim kemudian bergerak menuju kapal tersebut untuk memastikan keberadaan para korban.
Hasil koordinasi menunjukkan seluruh ABK telah lebih dahulu dievakuasi oleh kapal Yacht Salty Dogz. Tim Basarnas akhirnya menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat di atas kapal tersebut.
“Sekitar pukul 11.26 WIT Tim RBB Kansar Ambon tiba pada Kapal Yacht dan menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat di atas kapal tersebut,” kata Arafah.
Seluruh ABK dipastikan selamat dalam insiden tersebut, sementara Basarnas bersama pihak terkait masih melakukan penanganan lanjutan atas musibah tenggelamnya KLM Tanjung Bara.
Sumber: Kompas.com











