Kamboja Laporkan Thailand ke OPCW soal Dugaan Serangan Senjata Kimia
RBN || Phnom Penh
Kamboja melaporkan dugaan penggunaan senjata kimia dan zat kimia oleh militer Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Pengaduan tersebut disampaikan Kamboja pada 11 September 2026. Menurut laporan Phnom Penh Post, langkah itu diambil setelah Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Centre) menemukan indikasi penggunaan sejumlah zat yang diduga berdampak terhadap warga sipil dan personel keamanan.
Berdasarkan temuan lembaga tersebut, sebanyak 395 warga sipil dan anggota pasukan keamanan Kamboja disebut terdampak zat-zat yang sedang diselidiki.
Direktur Jenderal Cambodian Mine Action Centre, Heng Ratana, mengatakan zat yang diduga digunakan dalam konflik tersebut disebarkan melalui berbagai sarana. Di antaranya pesawat, pesawat nirawak atau drone, serta peluru artileri berkaliber 155 mm dan 120 mm.
“Senjata kimia dan zat kimia telah digunakan. Dari sudut pandang teknis, keduanya merupakan istilah yang berbeda,” kata Ratana, dikutip Phnom Penh Post.
Untuk memperkuat laporan tersebut, pusat aksi ranjau Kamboja juga melakukan analisis terhadap 61 sampel kimia yang dikumpulkan pada Agustus 2025.
Hasil analisis tersebut mengklasifikasikan satu temuan sebagai senjata kimia berdasarkan ketentuan Konvensi Senjata Kimia. Sementara itu, 22 temuan lainnya dikategorikan sebagai bahan kimia beracun atau berbahaya yang tidak termasuk zat yang dilarang dalam perjanjian tersebut.
Kamboja kemudian membawa temuan tersebut ke OPCW untuk mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku dalam Konvensi Senjata Kimia.
Di sisi lain, Thailand sebelumnya telah membantah tuduhan Kamboja mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukannya dalam konflik perbatasan.
Angkatan Darat Kerajaan Thailand juga menolak tudingan terkait penggunaan amunisi fosfor putih. Pihak militer Thailand menyatakan bahwa jenis amunisi tersebut tidak dikategorikan sebagai senjata kimia berdasarkan Konvensi Senjata Kimia.
Dengan adanya laporan Kamboja kepada OPCW, dugaan penggunaan zat kimia dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja kini kembali menjadi sorotan. Temuan dan klaim dari masing-masing pihak masih menjadi bagian dari perselisihan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Sumber: Okezone


