RBN || Flores Timur
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Kamis (25/6/2026) pukul 22.05 Wita. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung atau mencapai 3.084 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara hingga timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi letusan selama 92 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bramantya Aji, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana di sekitar gunung.
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Bramantya.
Selain potensi erupsi, warga juga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar hujan yang dapat terjadi apabila hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” katanya.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko material vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.
Sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 295 kali. Hingga Kamis malam, status aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berada pada level Siaga (Level III).
Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan meminta masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait.
Sumber: Liputan6











