RBN || Jakarta
Insiden kecelakaan kerja tragis terjadi di proyek bangunan bertingkat di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan TB Simatupang RT 02 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, empat pekerja proyek ditemukan tewas di dalam bak penampungan air bersih atau glonteng. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan adanya unsur kelalaian dalam kejadian yang menewaskan para pekerja tersebut.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk mandor proyek hingga pemilik gedung.
“Iya didalami kelalaian,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan saksi lain serta mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap kronologi pasti kejadian. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan dengan memasang garis polisi dan melakukan identifikasi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi pekerja proyek, insiden bermula saat para korban diperintahkan mandor untuk menguras bak penampungan air yang berada di basement.
“Menurut keterangan saksi H dan saksi M selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng (penampungan air bersih) yang berada di basement. Kemudian pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang geloteng,” kata Budi.
Bak tersebut diketahui memiliki ukuran panjang 6 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 3 meter serta disekat menjadi dua bagian.
Tragedi semakin parah ketika rekan korban berusaha memberikan pertolongan, namun justru ikut menjadi korban karena kondisi di dalam bak yang berbahaya.
“Kemudian mandor meminta tolong saksi untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelonteng. Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan pengap di sekitar gelonteng,” jelas Budi. Minimnya perlengkapan keselamatan diduga menjadi faktor yang memperparah kondisi hingga menyebabkan korban berjatuhan.
Keempat korban yang tewas diketahui berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat. Mereka sempat dievakuasi ke RS Pasar Rebo menggunakan ambulans, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Selain itu, tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas, yakni UJ (41), AJ (37), dan S (63) asal Purwakarta, yang kemudian dirawat di RS Fatmawati. Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini guna memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kecelakaan kerja tersebut.
Sumber: Detik News











