Di Balik Tumpukan Bawang Kramat Jati, Rp20 Ribu Jadi Sumber Penghasilan

  • Share
Foto: Kompas.com

RBN || Jakarta

Di tengah aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sejumlah perempuan menghabiskan waktu berjam-jam mengupas bawang. Pekerjaan sederhana tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sulastri (56), Jumiatun (50), dan Asih (47) merupakan beberapa perempuan yang bekerja sebagai pengupas bawang di pasar tersebut. Mereka menjalani pekerjaan itu bukan karena menjadi cita-cita, melainkan untuk mendapatkan penghasilan.

Sulastri bahkan telah menjalani pekerjaan tersebut selama sekitar 10 tahun. Perempuan asal Jawa Timur itu sebelumnya bekerja sebagai pelayan rumah makan.

Ia mengenal pekerjaan mengupas bawang secara tidak sengaja. Saat mengantarkan kerupuk ke sejumlah warung di pasar, Sulastri melihat orang lain sedang mengupas bawang dan tertarik untuk mencobanya.

“Saya kurang lebih (sudah bekerja) 10 tahun. Tiba-tiba saya melihat ada yang motong bawang, saya ikut aja. ‘Bu, ikut dong, Bu.’ Nah, dikasih tuh. Saya belajar sih,” ujar Sulastri kepada Kompas.com di Pasar Induk Kramat Jati, Minggu (16/8/2026).

Sejak saat itu, mengupas bawang menjadi salah satu cara Sulastri mendapatkan uang. Jika tersedia pekerjaan lain, ia juga mengambil pekerjaan memetik cabai.

Jam kerjanya pun tidak menentu karena bergantung pada jumlah pekerjaan yang tersedia. Ia biasanya berangkat pada pagi hari dan dapat pulang pada sore hingga malam hari.

Bagi Sulastri dan perempuan lainnya, tumpukan bawang di Pasar Induk Kramat Jati bukan sekadar pekerjaan. Dari aktivitas mengupas bawang tersebut, mereka berusaha mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *