RBN || Cilacap
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Peringatan ini penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Kabupaten Cilacap diperkirakan akan dimulai pada Mei 2026, dengan intensitas yang lebih cepat di pesisir tenggara.
“Awal musim kemarau di Cilacap diprakirakan terjadi pada Mei dasarian kedua, sedangkan wilayah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu lebih awal pada Mei dasarian pertama,” ujar Teguh dalam keterangan pers, Kamis (26/3/2026).
Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering daripada tahun 2025 yang cenderung basah dengan curah hujan di atas normal. Sifat curah hujan tahun ini diperkirakan berada di bawah normal, sehingga durasi kemarau dapat berlangsung sekitar 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140 hingga 180 hari.
Teguh juga menyebutkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan potensi kekeringan yang lebih tinggi.
“Instansi terkait diminta untuk segera mengambil langkah antisipasi, terutama di wilayah rawan krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian,” tambahnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada selama masa pancaroba yang diperkirakan terjadi antara April hingga Mei 2026. Pada periode tersebut, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung serta suhu udara yang lebih panas dapat terjadi.
“Tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba selama masa peralihan musim,” ujar Teguh, mengimbau masyarakat.
Dengan adanya prediksi ini, BMKG mengingatkan semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering.
Sumber: Tribunnews











