RBN || Jakarta
Banjir yang melanda kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta untuk memperbaiki sistem penanganan genangan di wilayah tersebut. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan permukiman tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi tetapi juga oleh sistem drainase lingkungan yang belum terintegrasi secara optimal dengan infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun pemerintah.
Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas SDA, berencana menghubungkan saluran drainase milik warga ke Waduk Batu Licin sebagai salah satu solusi jangka menengah guna meningkatkan kapasitas tampungan dan mempercepat aliran air saat hujan deras terjadi.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap terjadi akibat air yang tertahan di lingkungan permukiman.
Waduk Batu Licin sendiri merupakan infrastruktur yang baru diresmikan pada awal tahun 2026 dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir di wilayah Cilangkap dan sekitarnya. Dengan adanya konektivitas antara drainase warga dan waduk tersebut maka aliran air dapat langsung dialirkan ke titik penampungan yang lebih besar sehingga tidak meluap ke jalan maupun rumah warga.
Selain itu, Dinas SDA juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi saluran air di lingkungan warga termasuk kemungkinan adanya penyumbatan, sedimentasi, atau dimensi saluran yang tidak memadai, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mengatasi banjir secara sistematis melalui kombinasi pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan.
Sebelumnya, pembangunan waduk di kawasan Cilangkap juga telah dilakukan sebagai bentuk antisipasi banjir dengan meningkatkan daya tampung air di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, upaya integrasi drainase warga dengan waduk diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan sistem pengendalian banjir yang lebih efektif, terstruktur, dan mampu menghadapi peningkatan intensitas hujan di kawasan perkotaan.
Sumber: Tribunnews











