RBN || Buriram
Dominasi Ducati yang selama ini nyaris tak tergoyahkan akhirnya runtuh di MotoGP Thailand 2026. Untuk pertama kalinya sejak GP Inggris 2021, pabrikan asal Borgo Panigale itu gagal menempatkan satu pun pembalapnya di podium.
Balapan utama yang digelar di Sirkuit Buriram, Minggu (1/3/2026), memutus rekor impresif Ducati dengan 88 balapan beruntun selalu meraih podium. Pada seri kali ini, pembalap terbaik Ducati hanya mampu finis di posisi keenam melalui Fabio Di Giannantonio.
Sebaliknya, Aprilia tampil gemilang lewat kemenangan Marco Bezzecchi yang sukses menguasai jalannya balapan. Hasil tersebut menjadi tamparan bagi Ducati yang sebelumnya tampil dominan dalam tes resmi di sirkuit yang sama, hanya sepekan sebelum balapan.
Bos Ducati, Davide Tardozzi, bahkan mengakui timnya masih mencari penyebab penurunan performa secara tiba-tiba.
Juara bertahan Marc Marquez sebenarnya sempat memiliki peluang menyelamatkan muka Ducati. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu sempat tertinggal di awal lomba demi menjaga kondisi bahunya yang belum sepenuhnya pulih. Namun, saat balapan menyisakan 10 lap, Marquez mulai melancarkan serangan dan merangsek ke depan.
Sayangnya, upayanya kandas di lap ke-21 akibat kegagalan roda belakang yang cukup parah. Marquez mengaku terkejut dengan insiden tersebut.
“Sangat aneh karena peleknya sampai rusak total. Saya merasa beruntung tidak mengalami highside yang parah,” ungkap Marquez, dikutip dari Crash, Senin (2/3/2026).
Insiden itu membuat Marquez gagal finis dan pulang tanpa poin. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada alasan untuk panik. Menurutnya, hasil buruk di Buriram lebih dipengaruhi faktor teknis, termasuk penggunaan karkas ban yang berbeda dari biasanya.
Ia menilai kejadian tersebut bukan sepenuhnya kesalahan produsen ban atau kondisi lintasan, melainkan situasi tidak biasa yang terjadi saat melintasi kerb ganda di sirkuit.
“Ducati terus bekerja. Kami harus bekerja keras, tapi tidak perlu panik. Ini soal ban yang berbeda, mari kita lihat di balapan berikutnya,” ujar Marquez.
Bagi Marquez, hal terpenting adalah dirinya tetap memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan sebelum kendala teknis terjadi. Namun, ia mengingatkan timnya agar tidak lengah, mengingat para rival mulai menunjukkan kebangkitan.
Dengan kemenangan Aprilia di Thailand, persaingan MotoGP 2026 dipastikan semakin terbuka. Ducati kini menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan dominasinya di seri-seri berikutnya.
Sumber: Okezone











