RBN || Jakarta
Sebuah unggahan di Instagram mengklaim bahwa fenomena supermoon terakhir pada tahun 2025 akan terjadi pada Desember mendatang. Informasi tersebut dibenarkan oleh pakar astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.
Thomas memastikan fenomena supermoon akan muncul pada Rabu malam hingga Kamis pagi, 3–4 Desember 2025, dan dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.
“Supermoon akan terlihat pada Rabu malam–Kamis, 3–4 Desember. Teramati sejak maghrib sampai menjelang matahari terbit,” ujar Thomas, Jumat (28/11).
Fenomena ini dapat disaksikan mulai sekitar pukul 17.45 WIB hingga 05.29 WIB, selama cuaca mendukung.
Supermoon adalah fenomena ketika bulan purnama berada di titik terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perigee, dalam orbitnya yang berbentuk elips.
Tidak diperlukan alat khusus untuk melihatnya, namun Thomas menyarankan penggunaan kamera beresolusi tinggi atau teleskop untuk mengamati permukaan bulan, termasuk kawah-kawahnya.
Fenomena supermoon dapat memicu kenaikan air laut pasang, terutama di daerah pesisir, karena pengaruh gravitasi bulan yang lebih kuat. Namun, kondisi ini umumnya masih dalam batas wajar dan dapat dipantau oleh lembaga terkait.
Fenomena ini muncul karena beberapa faktor astronomi, diantaranya orbit bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips.
Kemudian gravitasi dari Bumi, Matahari, dan planet lain memengaruhi posisi perigee (terdekat) dan apogee (terjauh). Bulan memiliki siklus sinodis 29,5 hari, dari fase bulan baru hingga kembali ke fase purnama.
Supermoon terjadi ketika fase bulan purnama bertepatan dengan posisi bulan di perigee, sehingga membuat bulan tampak lebih besar dan lebih terang.
Sumber: Kompas











