Pemprov Papua Dorong SPPG Serap Pangan Lokal untuk Dukung MBG
RBN || Jayapura
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya menjadi tempat pendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Yohanes Walilo, mengatakan operasional SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan secara rutin. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi petani, nelayan, peternak hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
“Petani mendapat pasar, nelayan memiliki kepastian penyerapan hasil tangkapan, peternak memiliki peluang memasok telur maupun daging, sementara UMKM dapat terlibat dalam penyediaan berbagai kebutuhan pendukung,” katanya setelah meresmikan SPPG Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/10/2026).
Menurut Walilo, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah rutin untuk SPPG dapat menjadi peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok program MBG.
Ia menilai pemanfaatan hasil produksi lokal akan membuat manfaat program tidak berhenti pada masyarakat yang menerima makanan bergizi. Perputaran ekonomi juga dapat dirasakan oleh produsen pangan serta tenaga kerja yang terlibat dalam proses penyediaan hingga distribusi.
“Apabila kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi lokal, manfaat ekonomi program MBG tidak hanya dirasakan penerima makanan bergizi, tetapi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat produsen hingga tenaga kerja yang terlibat dalam rantai pasok,” ujarnya.
Walilo menjelaskan, pola tersebut memungkinkan keberadaan SPPG memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk UMKM dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan operasional SPPG.
Dengan demikian, pengembangan SPPG di Papua diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program pemenuhan gizi, tetapi juga membuka pasar bagi produk masyarakat dan menciptakan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok pangan.
Sumber: Antara News


