FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Dorong Ekonomi dan Sport Tourism Indonesia
RBN || Jakarta
Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia dinilai memiliki potensi ekonomi besar karena melibatkan pasar penonton yang luas. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut potensi tersebut berasal dari populasi sepak bola negara peserta ASEAN dan tim tamu.
Hal itu disampaikan Erick dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Menurutnya, potensi penonton turnamen tersebut secara keseluruhan dapat mencapai lebih dari satu miliar orang.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga dirancang untuk memperkuat kompetisi sepak bola di kawasan Asia Tenggara. FIFA mendorong federasi sepak bola memiliki kompetisi dan fondasi finansial yang kuat agar dapat mendukung perkembangan tim nasional.
Erick menjelaskan turnamen tersebut terbagi dalam dua divisi. Divisi 1 digelar di Indonesia dengan peserta Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, serta Bangladesh dan Pakistan sebagai tim undangan.
Sementara itu, divisi 2 berlangsung di Hong Kong dengan peserta Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam. Format tersebut diharapkan menjadi tolok ukur perkembangan dan daya saing sepak bola di kawasan.
Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup yang secara resmi diorganisasikan FIFA. Kepercayaan tersebut melanjutkan pengalaman Indonesia menjadi penyelenggara Piala Dunia U-17 dan FIFA Series.
Persiapan turnamen terus dilakukan melalui sosialisasi di Jakarta dan Bandung sebagai dua kota penyelenggara. Pemerintah daerah juga dilibatkan, sementara trophy tour digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kehadiran turnamen.
PSSI bersama FIFA juga menyiapkan Fans Zone di sekitar stadion. Area tersebut akan menghadirkan musik, budaya, dan kuliner khas Indonesia sehingga pengalaman penonton tidak hanya berfokus pada pertandingan sepak bola.
Menurut Erick, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada suporter dari berbagai negara. Perpaduan pertandingan, hiburan, kuliner, dan budaya diharapkan turut meningkatkan daya tarik FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus memperkuat potensi sport tourism Indonesia.


