Pakar Bongkar Ancaman Gempa Besar bagi Bangkok dari Sesar Sagaing Myanmar

RBN || Bangkok

Ibu kota Thailand, Bangkok, menghadapi potensi risiko besar jika terjadi gempa kuat di segmen selatan Sesar Sagaing yang membentang di Myanmar. Sejumlah pakar teknik dan kebencanaan Thailand menilai wilayah tersebut telah mendekati akhir siklus gempa besar yang secara historis dapat berulang sekitar satu abad sekali.

Peringatan tersebut disampaikan para peneliti dalam simposium lintas disiplin bertajuk “Designing Resilience: Technology Solutions for Disaster Preparedness in an Era of Climate Uncertainty” yang digelar Universitas Thammasat, Jumat (4/9/2026). Laporan mengenai peringatan itu disampaikan oleh The Nation Thailand.

Para ilmuwan meminta pemerintah dan masyarakat Bangkok meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman gempa. Mereka menilai pengalaman dari sejumlah gempa sebelumnya seharusnya tidak membuat kewaspadaan menurun.

Segmen selatan Sesar Sagaing diketahui terakhir kali mengalami gempa besar sekitar 96 tahun lalu, ketika Thailand berada di bawah pemerintahan Raja Rama VII. Dengan periode tersebut yang kini mendekati perkiraan siklus 100 tahunan, para peneliti mengingatkan bahwa potensi gempa besar perlu menjadi perhatian serius.

Ancaman terhadap Bangkok juga dinilai lebih tinggi apabila gempa terjadi di bagian selatan sesar. Pasalnya, lokasi sumber gempa akan lebih dekat dengan Bangkok dibandingkan sejumlah gempa yang pernah terjadi sebelumnya.

Jarak yang lebih dekat tersebut berpotensi membuat energi guncangan yang mencapai Bangkok menjadi lebih kuat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan bangunan maupun infrastruktur di ibu kota Thailand.

Kerentanan Bangkok semakin diperburuk oleh kondisi geologis wilayahnya. Kota tersebut berdiri di atas lapisan tanah lunak yang dapat memperkuat efek guncangan gempa ketika gelombang seismik mencapai permukaan.

Karena itu, para pakar menekankan pentingnya kesiapan menghadapi skenario gempa besar, termasuk memperkuat bangunan dan infrastruktur serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana.

Peringatan tersebut bukan berarti gempa besar dipastikan akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, mendekatinya perkiraan siklus aktivitas sesar menjadi alasan bagi pemerintah dan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi ancaman tersebut.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *