Revitalisasi Kebun Teh Jawa Barat Pulihkan 22 Hektare Lahan

RBN || Bandung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memulihkan kawasan perkebunan teh yang mengalami perubahan fungsi di sejumlah wilayah. Hingga kini, revitalisasi telah mencakup 22 hektare lahan di Ciater, Kabupaten Subang, dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Program tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi perkebunan teh yang sebelumnya berubah menjadi bangunan liar dan lahan sayuran. Selain memulihkan kawasan perkebunan, penanaman kembali diharapkan membantu mengurangi risiko bencana sekaligus memperbaiki estetika lingkungan.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa mengatakan revitalisasi di Ciater tersebar pada tiga desa. Ketiga wilayah tersebut meliputi Desa Ciater, Desa Cisaat, dan Desa Tambakan.

Di Desa Ciater, revitalisasi telah mencakup dua hektare lahan dengan penanaman 15.200 pohon teh. Sementara itu, Desa Cisaat mendapat penanaman 25.000 pohon pada lahan seluas tiga hektare.

Adapun di Desa Tambakan, penanaman dilakukan pada satu hektare perkebunan teh. Sebanyak 10.000 pohon telah ditanam di kawasan tersebut.

Dengan demikian, total lahan yang dipulihkan di tiga desa tersebut mencapai enam hektare. Jumlah tanaman teh yang telah ditanam di kawasan Ciater mencapai 50.200 pohon.

Program serupa juga berlangsung di Pangalengan dengan cakupan lahan yang lebih luas. Gandjar menyebut revitalisasi di wilayah tersebut telah mencapai 16 hektare dengan sekitar 198.000 pohon teh yang ditanam hingga Minggu (30/8/2026).

Pelaksanaan revitalisasi melibatkan masyarakat sekitar kawasan perkebunan. Pensiunan karyawan PTPN juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Secara keseluruhan, sebanyak 96 orang terlibat dalam pekerjaan revitalisasi kebun teh. Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan perkebunan.

Pemerintah Jawa Barat masih melanjutkan program tersebut hingga mencapai target yang ditetapkan. Revitalisasi ditargetkan mencakup 12 hektare di Ciater dan 24 hektare di Pangalengan.

Penanaman perdana di Ciater telah dimulai sejak November 2025. Sementara itu, kegiatan serupa di Pangalengan dimulai pada Desember 2025 sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan perkebunan secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *