RBN || Jakarta
Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp21,16 triliun kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan kembali infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, irigasi, dan berbagai fasilitas lainnya.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, Kementerian PU menjadi salah satu kementerian yang telah memperoleh persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan sehingga dapat segera menjalankan program pemulihan di wilayah Sumatera.
“Tadi dipaparkan oleh Sekjen PU bahwa anggarannya sebanyak Rp21,16 triliun untuk Kementerian PU itu sudah disampaikan bentuk kegiatannya. Titiknya jalan, jembatan, irigasi, macam-macam fasilitas yang akan dibangun,” kata Tito.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut dibagi ke empat direktorat di lingkungan Kementerian PU. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memperoleh Rp7,5 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga Rp6,73 triliun, Direktorat Jenderal Cipta Karya Rp4 triliun, dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Rp2,89 triliun.
“Untuk penanganan pascabencana di Sumatera, Kementerian PU telah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp21,16 triliun,” ujar Apri.
Apri menambahkan, meskipun anggaran baru diterima pada akhir Juni 2026, pelaksanaan program sudah mulai berjalan. Hingga saat ini, realisasi anggaran mencapai Rp2,4 triliun atau sekitar 11,35 persen, sedangkan realisasi fisik telah mencapai 26,4 persen.
“Kami menyadari ini memang masih belum terlalu tinggi realisasinya, karena memang mengingat dana ini baru masuk di Kementerian PU di akhir bulan Juni 2026. Sehingga memang untuk realisasi kami terus akan menggenjot terus agar penuntasannya untuk di 2026 ini dapat segera dinikmati oleh masyarakat banyak,” tutur Apri.
Sumber: Detik News











