RBN || Jakarta
Perkembangan industri digital telah melahirkan banyak profesi baru yang diminati generasi muda, salah satunya host live streaming. Pekerjaan yang menggabungkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri ini kini menjadi pilihan karier yang semakin populer di kalangan Generasi Z.
Dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 315, Sabtu (18/7/2026), yang menghadirkan Praktisi Komunikasi Digital, Annisa Fitriani, S.I.Kom., CPS, menjadi salah satu sosok yang merasakan perjalanan karier tersebut. Sebelum terjun ke dunia live streaming, ia bekerja sebagai seorang pramugari. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2019 hingga 2020 membuatnya harus menerima kenyataan pahit akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tidak menyerah dengan keadaan, Annisa memilih untuk mengembangkan kemampuan di bidang lain dengan melanjutkan pendidikan Public Relations and Digital Communication. Dari sana, ia mulai mendalami dunia public speaking dan komunikasi digital hingga akhirnya berkarier sebagai host live streaming.
“Host live streaming menjadi pekerjaan pilihan Gen Z karena seru dan gak ribet,” ujar Annisa.
Meski terlihat mudah, Annisa mengungkapkan profesi host live streaming membutuhkan banyak persiapan dan keterampilan. Pengalaman pertamanya tampil di depan kamera sempat membuatnya merasa gugup. Namun, latar belakang pendidikan yang dimilikinya membantu Annisa untuk lebih cepat beradaptasi.
Menurutnya, seorang host live streaming dituntut memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat tampil di depan kamera. Tak hanya itu, host juga harus mampu memperhatikan berbagai aspek teknis, mulai dari pengaturan latar belakang, produk yang ditampilkan, mikrofon, kamera, tata rias, hingga pemilihan busana yang sesuai.
Sebelum melakukan siaran langsung, Annisa memiliki sejumlah persiapan yang selalu dilakukan. Ia memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup untuk menjaga fokus dan stamina selama bekerja. Selain itu, ia juga memperbanyak konsumsi air putih, mempelajari seluruh materi briefing yang diberikan, mempersiapkan mental untuk menjaga perhatian audiens selama siaran berlangsung, serta memastikan penampilan dalam kondisi terbaik agar lebih percaya diri.
Profesionalisme juga menjadi hal yang selalu ia pegang dalam menjalankan pekerjaannya. Menurut Annisa, persoalan pribadi tidak boleh memengaruhi performa saat tampil di depan kamera.
“Apapun yang berada di belakang layar tidak boleh dibawa ke depan kamera, tetap profesional dalam menjalankan pekerjaan sebagai host live streaming dengan baik dan benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejujuran dan kemampuan mengendalikan diri menjadi modal penting bagi seorang host live streaming, terutama ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Sikap tenang dinilai menjadi kunci untuk memberikan solusi terbaik kepada audiens maupun pelanggan yang menyampaikan keluhan selama siaran berlangsung.
Komentar positif dari penonton, lanjut Annisa, juga menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan pekerjaan. Dukungan tersebut membantu host untuk tetap termotivasi ketika menghadapi berbagai komplain dari pelanggan.
Dalam dunia live streaming, kemampuan berpikir cepat sangat diperlukan. Host dituntut mampu memberikan solusi secara tepat tanpa kehilangan kendali emosi saat menghadapi berbagai situasi yang muncul secara tiba-tiba.
Annisa juga menekankan pentingnya membangun kesan pertama yang baik dalam beberapa detik awal siaran. Menurutnya, lima hingga sepuluh detik pertama menjadi waktu yang sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menyaksikan siaran atau justru langsung beralih ke konten lain.
Selain membuka siaran dengan menarik, host juga perlu membangun komunikasi dua arah dengan audiens. Interaksi yang aktif, penggunaan nada bicara yang ramah, serta ekspresi wajah yang menyenangkan menjadi faktor penting untuk menciptakan kedekatan dengan penonton.
Bagi generasi muda yang tertarik menekuni profesi ini, Annisa berpesan agar tidak ragu untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan komunikasi. Kepercayaan diri, keberanian mencoba hal baru, serta kemauan untuk terus berlatih menjadi bekal utama untuk berkembang di dunia live streaming.
“Learning by doing bisa membuat seseorang terampil di bidang apapun,” ujar Annisa.
Menurutnya, pengalaman adalah guru terbaik dalam proses belajar. Semakin sering seseorang mencoba dan berlatih, semakin besar pula peluang untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja digital yang terus berkembang.











