RBN || Bener Meriah
Semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berhasil memulihkan akses Jalan dan Jembatan Enang-Enang yang sempat terputus akibat longsor sejak November 2025. Perbaikan dilakukan secara swadaya setelah warga menilai penanganan pemerintah terhadap jalur tersebut berjalan lambat.
Inisiator perbaikan, Sahrial Abadi, menjelaskan bahwa gerakan masyarakat dimulai pada 26 Mei 2026 dengan menyewa satu unit ekskavator menggunakan dana hasil patungan warga. Selain mengumpulkan biaya operasional, masyarakat juga bergotong royong menyumbangkan bahan bakar minyak (BBM) agar alat berat dapat terus beroperasi selama proses perbaikan berlangsung.
Selama pekerjaan dilakukan, arus lalu lintas sempat dialihkan melalui jalur alternatif Simpang Lancang–Wih Porak. Namun, kondisi jalur yang sempit dan rusak menyebabkan antrean panjang kendaraan dari arah Takengon menuju Kabupaten Bireuen maupun sebaliknya.
Dukungan masyarakat terus mengalir hingga total donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp1 miliar. Menurut Sahrial, seluruh dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik APBN, APBA, maupun APBK.
Dari total dana yang terkumpul, sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk proses perbaikan jalan dan jembatan. Sementara itu, sisa dana sekitar Rp555 juta akan dimanfaatkan untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sahrial menegaskan bahwa gerakan swadaya tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan akses transportasi, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Gayo dalam menghadapi keterbatasan.
Setelah proses pengaspalan dan perbaikan jembatan selesai, Jalan dan Jembatan Enang-Enang resmi kembali dibuka pada 2 Juli 2026. Pembukaan akses tersebut disambut haru oleh masyarakat karena jalur tersebut merupakan pintu gerbang penting menuju kawasan Dataran Tinggi Gayo sekaligus jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Sumber: Kompas.com











