Serba-serbi Rumah di Benhil Ambruk karena Longsor Pinggir Kali

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Jakarta

Sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk akibat longsor di tepi Kanal Banjir Barat (KBB). Peristiwa yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 05.48 WIB itu diduga dipicu oleh abrasi yang menggerus tanah di bantaran sungai. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah telah mengungsi beberapa hari sebelum kejadian setelah melihat tanda-tanda kerusakan pada bangunan.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul sekitar sepekan sebelum rumah ambruk. Retakan pada tembok dan lantai rumah terus melebar dari hari ke hari hingga akhirnya bangunan tidak mampu lagi menahan pergeseran tanah.

“Retak di bagian tembok/dinding dan retak di bagian lantai rumah setiap hari makin melebar, sehingga pada 26 Juni 2026 sekitar pukul 05.48 WIB rumah tersebut ambruk atau tanah longsor,” ujar AKBP Dhimas Prasetyo.

Pemilik rumah, Ali Nugroho, mengaku mulai menyadari bangunannya mengalami kemiringan sejak 19 Juni 2026. Ia menduga pergeseran tanah berkaitan dengan aktivitas normalisasi sungai di sekitar lokasi yang menyebabkan fondasi rumah kehilangan penopang tanah. Setelah mengetahui kondisi tersebut, ia segera melapor kepada pihak kelurahan dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta serta memindahkan keluarganya ke tempat yang lebih aman.

“Mungkin dari kegiatan pengerukan kali atau normalisasi sungai ya, terlalu mepet ke tanggul… setelah itu selesai, ada pergeseran tanah.”

Ali juga menceritakan detik-detik rumahnya roboh. Menurutnya, sebelum bangunan ambruk terdengar suara retakan yang cukup keras, kemudian disusul dentuman saat rumah runtuh ke arah bantaran sungai.

“Suaranya udah kayak dentuman, kencang, booom, gitu. Sampai pasar dengar,” ujar Ali.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Suku Dinas SDA Jakarta Pusat melakukan penanganan darurat dengan memasang bronjong dan cerucuk kayu (dolken) di sekitar lokasi untuk mencegah longsor susulan. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun sheet pile atau turap sepanjang sekitar 60 meter guna memperkuat tanggul di kawasan Kanal Banjir Barat. Berdasarkan identifikasi sementara, abrasi di sempadan sungai menjadi penyebab utama ambruknya bangunan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda kerusakan bangunan di kawasan bantaran sungai. Retakan pada dinding maupun lantai yang terus melebar dapat menjadi indikasi adanya pergeseran tanah sehingga perlu segera dilaporkan dan ditangani sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *